Minggu, 17 Februari 2013

METODE PENELITIAN OLEH BELAJAR BAHASA


METODE PENELITIAN

3.1  Rancangan Penelitian
Fenomenologi merupakan suatu tatanan berpikir secara filosofi terhadap obyek yang diteliti (Endraswara, 2003:38). Dalam penelitian sastra, fenomenologi tidak mendorong kertelibatan subyektif murni, melainkan ada upaya memasuki teks sastra sesuai kesadaran peneliti. Otoritas peneliti sebagai pemberi makna memiliki peranan penting dalam pelaksanaan penelitian. Hal ini yang kemudian menghendaki pengungkapan sebuah gejala didasarkan pada penjelasan dan pengertian gejala tersebut. Penangkapan gejala dalam penelitian ini berusaha mengungkap pengertian objek sastra yang didasarkan pada kajian bahasa, yang meliputi kajian makna dari fenomena yang diamati, kemudian dipilah, disaring, dan ditemukan gambaran pengertian murni. Sesuai dengan fenomenologi sastra khususnya aliran Jenewa, penelitian ini menyikapi sastra sebagai gejala yang memiliki realitas objektif. Peneliti sebagai pembaca berusaha melukiskan fenomena melalui konkretisasi dalam kaitannya dengan pemahaman karya sastra yang bertumpu pada karya sastra itu sendiri. Pemahaman demikian perlu dilakukan, karena fenomenologi sastra pada dasarnya berupaya menyikapi teks sastra sebagai hasil olahan pencipta.  
Berdasarkan landasan pemikiran dengan dasar filosofi dalam fenomenologi sastra maka peneliti menyusun rancangan penelitian ini dengan menggunakan metode deskriptif dalam bentuk kualitatif. Menurut Moleong (2007:6) penelitian kualitatif adalah penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian misalnya perilaku, persepsi, motivasi, tindakan, dan lain-lain; secara holistik, dan dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks khusus yang alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode alamiah. Penelitian kualitatif digunakan untuk mendeskripsikan fenomena sosial yang terdapat dalam subjek penelitian ini, yang membahas mengenai pengalaman pribadi individu dalam lingkungan sosial yang tercermin dalam suatu karya sastra yakni puisi. Subjek penelitian ini adalah puisi populer karya pendengar Radio Primadona Pontianak, dan unsur-unsur pada struktur puisi seperti bunyi, irama, dan kata merupakan objek analisis penelitian yang akan dibahas pada bagian hasil penelitian dan pembahasan.

3.2  Pendekatan Penelitian               
            Karya sastra khususnya puisi merupakan sebuah sistem tanda yang mempunyai konvensi-konvensi sendiri. Menurut Pradopo (2003:122) dalam menganalisis karya sastra, peneliti harus menganalisis sistem tanda itu dan menentukan konvensi-konvensi apa yang memungkinkan tanda-tanda atau struktur tanda-tanda dalam karya sastra itu mempunyai makna. Jadi, pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan semiotik. Teori semiotika yang digunakan peneliti sebagai acuan dalam menganalisis data yang berkenaan dengan unsur-unsur dalam struktur sebuah puisi yakni teori semiotik I.A. Richard yang menggunakan teori trikotomi yang dikembangkan dari teori Saussure dan teori Barthes.
            Dalam teori Saussure, semiotik dibagi menjadi dua bagian (dikotomi) yaitu penanda (signifier) dan petanda (signified). Penanda dilihat dari bentuk/ wujud fisik yang dapat dikenal melalui bentuk luarnya, sedangkan petanda dilihat sebagai makna yang terungkap melalui konsep, fungsi atau nilai-nilai yang terkandung dalam bentuk fisiknya. Eksistensi Saussure adalah relasi antara penanda dan pertanda berdasarkan konvensi, yang biasa disebut dengan signifikasi. Semiotika siginifikasi adalah sistem tanda yang mempelajari relasi elemen tanda dalam sebuah sistem berdasarkan aturan atau konvensi tertentu. Kesepakatan sosial dibutuhkan untuk dapat memaknai tanda tersebut. Semiotika Barthes dikemukakan oleh Roland Barthes, dalam teorinya Barthes mengembangkan semiotika menjadi 2 tingkatan pertandaan, yaitu tingkat denotasi dan konotasi. Denotasi adalah tingkat pertandaan yang menjelaskan hubungan penanda dan petanda pada realitas, menghasilkan makna eksplisit, langsung, dan pasti. Sedangkan konotasi adalah tingkat pertandaan yang menjelaskan hubungan penanda dan petanda yang di dalamnya beroperasi makna yang tidak eksplisit, tidak langsung, dan tidak pasti.
            Kemudian berdasarkan kedua teori di atas, I.A Richard mengemukakan teori semiotika trikotomi dengan mengembangkan teori Saussure dan teori Barthes yang di dalamnya terdapat hubungan petanda (signified) dengan penanda (signifier), dan selanjutnya penanda dibagi menjadi dua yaitu peranti (Actual Function/ Object Properties) dan penanda (signifier) itu sendiri. Petanda merupakan konotasi dari penanda, sedangkan peranti merupakan denotasi dari penanda. Pada teori ini petanda merupakan makna, konsep, gagasan, sedangkan penanda merupakan gambaran yang menjelaskan peranti, penjelasan fisik objek benda, dan kondisi objek/ benda.
            Menurut Riffatterre (Pradopo, 2003:134-135) untuk memberi makna sajak secara semiotik, dapat dilakukan dengan pembacaan heuristik dan pembacaan hermeneutik. Pembacaan heuristik adalah pembacaan berdasarkan struktur bahasanya, sedangkan pembacaan hermeneutik adalah pembacaan karya sastra berdasarkan konvensi sastranya. Langkah kerja yang dilakukan peneliti untuk menganalisis data berupa unsur-unsur pada struktur puisi populer karya pendengar Radio primadona Pontianak ini dengan memperhatikan sistem penandaan terdapat pada teks, yaitu: 1) memahami tanda sesuai dengan arti yang disampaikan (denotasi), 2) mengartikan tanda secara konotasi atau sesuai dengan konteks kalimat di dalamnya, dan 3) memaknai tanda dengan melakukan pembacaan semiotik untuk mengiterpretasi tanda-tanda dalam struktur puisi.

3.3  Sumber Data dan Data
3.3.1        Sumber Data
Sumber data dalam penelitian ini adalah puisi-puisi karya pendengar radio yang disiarkan dalam program siaran “Puisi dan Sastra” di Radio Primadona Pontianak edisi bulan Februari tahun 2008. Puisi-puisi yang menjadi sumber merupakan puisi-puisi yang terdokumentasi dalam bentuk surat kiriman pendengar Radio Primadona Pontianak untuk acara “Puisi dan Sastra”, khususnya penyiaran edisi 14 Februari 2008, yang bertepatan dengan perayaan hari Valentine atau biasa disebut hari kasih sayang. Oleh karena itu didapat 10 puisi sebagai berikut: 1) Berharap Kau Kembali, 2) Cinta, 3) Cintailah Aku, 4) Ibuku, Duniaku, 5) Malamku, 6) Penjaga Hati, 7) Realita Cinta Sejati, 8) Rindu, 9) Sepi, dan 10) Teringat Dirimu.
3.3.2        Data
Sebagai data dalam penelitian ini adalah yang berhubungan dengan bunyi-bunyi, kata dan irama yang terdapat pada puisi-puisi populer karya pendengar radio yang disiarkan dalam program acara “Puisi dan Sastra” di Radio Primadona Pontianak edisi bulan Februari tahun 2008. Data yang diambil berkaitan dengan struktur puisi.

3.4  Teknik dan Alat Pengumpul Data
3.4.1        Teknik Pengumpul Data
Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data penelitian adalah teknik tidak langsung, artinya peneliti mengumpulkan data melalui catatan-catatan pribadi atau hasil karya seseorang, teknik ini disebut juga sebagai studi dokumenter. Teknik ini digunakan karena peneliti melakukan penelitian dengan menggunakan dokumen, yaitu puisi-puisi populer karya pendengar radio yang disiarkan dalam program acara “Puisi dan Sastra” di Radio Primadona Pontianak edisi bulan Februari tahun 2008. Agar data yang dikumpulkan lebih representatif maka pengumpulan data dilakukan atas pertimbangan bahwa puisi-puisi yang akan dianalisis diambil dari dokumentasi puisi-puisi yang dikirim melalui surat, dan dibacakan pada penyiaran program acara “Puisi dan Sastra” pada bulan Februari tahun 2008. Hal ini dikarenakan beberapa hal sebagai berikut: 1) puisi-puisi yang dikirim melalui sms (short message service) dan e-mail (electronic mail) sifatnya bersifat sementara karena dapat dihapus dari sistem penyimpanan dokumen pada sistem komputer Radio Primadona setelah usai acara tersebut disiarkan setiap minggunya, 2) puisi-puisi bulan Februari memiliki ciri khas yakni cenderung mengemukakan tema-tema cinta dan kasih sayang karena lekat dengan suasana perayaan hari Valentine atau hari kasih sayang, dan 3) tema-tema kasih sayang yang ditampilkan oleh puisi-puisi tersebut tentunya dapat menyentuh semua kalangan terutama remaja yang menjadi sebagian besar pendengar Radio Primadona Pontianak.
3.4.2        Alat Pengumpul Data
Alat pengumpul data yang digunakan adalah peneliti sendiri sebagai instrumen kunci. Peneliti sebagai perencana, pelaksana pengumpul data, analisis data, dan pada akhirnya menjadi pelapor dari hasil penelitian yang dilakukan. Dalam penelitian ini, peneliti sendiri atau dengan bantuan orang lain merupakan alat pengumpul data utama. Peneliti (manusia) sebagai intrumen utama dalam pengumpulan data, sebab sifatnya yang responsif dan dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitar, menekankan keutuhan dalam mengembangkan imajinasi dan kreativitasnya pada situasi yang dipelajarinya, mendasarkan diri atas perluasan pengetahuan, berupaya memroses data secepatnya, dapat memanfaatkan kesempatan untuk mengklarifikasi dan mengikhtisar pada saat terjadi perubahan situasi, dan memiliki kemampuan dalam memanfaatkan kesempatan untuk mencari respons yang tidak lazim dan idiosinkratik. 
Alat lain yang digunakan untuk mengumpulkan data yakni kartu pencatat. Kartu pencatat digunakan untuk mempermudah kerja peneliti untuk mendata bunyi dan kata yang terdapat dalam tiap larik puisi. Data-data yang dihimpun berupa dokumentasi puisi-puisi karya pendengar radio di Radio Primadona Pontianak. Data-data tersebut diperoleh dari puisi-puisi yang dikirim melalui surat oleh pendengar untuk disiarkan dalam program acara “Puisi dan Sastra” di Radio Primadona Pontianak edisi bulan Februari tahun 2008.

3.5  Pengujian Keabsahan Data
Data-data yang telah dikumpulkan akan melalui proses pengujian keabsahan data tersebut. Peneliti menggunakan beberapa teknik dalam menguji keabsahan data-data tersebut, yaitu dengan ketekunan pengamatan, dan triangulasi.
3.5.1        Ketekunan Pengamatan
Ketekunan atau keajegan pengamatan dalam pengujian keabsahan data dilakukan dengan mencari secara konsisten penelaahan dengan berbagai cara dalam kaitan dengan proses analisis yang konstan atau tentatif. Ketekunan pengamatan bertujuan menemukan ciri-ciri dan unsur-unsur dalam situasi yang relevan dengan permasalahan yang sedang dibahas dan kemudian memusatkan diri pada hal-hal tersebut secara rinci. Keseluruhan data yang telah dikumpulkan akan diamati secara seksama dan kemudian diidentifikasi sesuai dengan permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini.
3.5.2        Triangulasi
Triangulasi adalah teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain di luar data itu untuk keperluan pengecekan atau sebagai pembanding terhadap data itu. Teknik triangulasi yang akan dilakukan yakni dengan jalan memanfaatkan peneliti atau pengamat lainnya secara teoritik seperti dosen pembimbing (Dr. Christanto Syam dan Dra. Sesilia Seli, M.Pd), dan melalui praktisi seperti penyair, pengajar bidang studi Bahasa dan Sastra Indonesia, dan penyiar yang membawakan acara bermuatan sastra (puisi). Hal ini dilakukan untuk keperluan pengecekan kembali derajat kepercayaan data. Pemanfaatan pengamat lainnya membantu mengurangi terjadinya penyimpangan dalam pengumpulan data, sehingga keabsahan data lebih bersifat objektif.
3.5.3        Diskusi Teman Sejawat
Teknik ini dilakukan dengan cara mengekspos hasil sementara atu hasil akhir yang diperoleh dalam bentuk diskusi dengan rekan-rekan sejawat. Rekan sejawat yang dipilih peneliti untuk mengkonfirmasi hasil analisis peneliti ini adalah rekan sesama mahasiswa program studi Bahasa dan Sastra Indonesia (Abang Mohd. Firman, Utin Mutia, dan Nuryani). Hasil analisis yang telah diperoleh peneliti selanjutnya dikonfirmasi oleh para rekan sejawat ini khusus mengenai irama pada puisi populer.

3.6  Teknik Analisis Data
Langkah-langkah yang dilakukan dalam proses menganalisis data berupa puisi-puisi karya pendengar Radio Primadona Pontianak edisi Februari tahun 2008, sebagai berikut:
1)      Menganalisis bunyi pada puisi populer karya pendengar Radio Primadona Pontianak edisi bulan Februari tahun 2008 dengan mengidentifikasi macam-macam bunyi yang terdapat di dalamnya untuk mengetahui makna puisi tersebut adalah sebagai berikut:
a.       bunyi-bunyi vokal, dan
b.      bunyi-bunyi konsonan;
2)      Menganalisis kata pada teks puisi populer karya pendengar Radio Primadona Pontianak edisi bulan Februari tahun 2008 dengan mengidentifikasi kata-kata tersebut dilihat dari pemilihan kata, denotatif dan konotatifnya, citraan, maupun bahasa kiasan yang digunakan, dalam upaya memperjelas makna yang meliputi tema, perasaan, dan sikap pada puisi.
3)      Menganalisis irama pada puisi berarti memerhatikan pertentangan bunyi atau perulangan yang terdapat pada tiap kata-kata dalam teks puisi. Pertentangan bunyi ini meliputi: nada (tinggi-rendah), tekanan (keras-lunak), tempo (cepat-lambat), yang mengalun dengan teratur dan berulang-ulang sehingga membentuk keindahan. Untuk mengetahui pertentangan bunyi seperti ini pada sebuah teks puisi yang membentuk suatu irama perlu dilakukan cara sebagai berikut:
a.       tekanan pada kata dalam larik puisi ditandai dengan warna merah dan tekanan keras diberi tanda (-), sedangkan tekanan lembut diberi tanda (^),
b.      nada pada kata dalam larik puisi ditandai dengan warna biru dan nada tinggi diberi tanda (-), sedangkan nada rendah diberi tanda (^), dan
c.       tempo pada kata dalam larik puisi ditandai dengan warna hitam dan tempo cepat diberi tanda (-), sedangkan tempo lambat diberi tanda (^);
4)      Setelah puisi dianalisis berdasarkan bunyi, kata, dan irama, kemudian untuk menguji keabsahan data, peneliti melakukan triangulasi, yakni dengan mendiskusikan hasil analisis kepada dosen pembimbing, sehingga hasil analisis data yang dicapai lebih objektif; dan
5)      Pada akhirnya peneliti menyimpulkan hasil analisis data sesuai dengan masalah dalam penelitian ini.

CONTOH METODOLOGI PENELITIAN


CONTOH METODOLOGI PENELITIAN

BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
Dalam penelitian ilmiah faktor metodologi memegang peranan penting guna mendapatkan data yang obyektif, valid dan selanjutnya digunakan untuk memecahkan permasalahan yang telah dirumuskan. Pengertian Metode adalah cara yang telah teratur dan telah berfikir secara baik-baik yang digunakan untuk mencapai tujuan (W.J.S Poerwodarminto 1987 :649).
Jadi pengertian metode adalah salah satu cara yang digunakan ketika mencapai suatu tujuan dengan menggunkan tehnik tertentu untuk memperoleh suatu keberhasilan dalam penelitian maka harus dilaksanakan dengan menggunkan metodologi yang tepat, istimewa dan tujuan mengadakan penelitian berdasarkan fakta – fakta yang ada untuk menguji kebenaran sesuatu secara ilmiah.
Dalam metodelogi telah dijelaskan bahwa dalam pelaksanaan penelitian mempunyai kebebasan untuk memiliki metode guna memperoleh suatu data. Hal ini senada dengan yang diungkapkan oleh sutrisno Hadi, Yaitu : “Baik buruknya suatu research sebagian tergantung dari pengumpulan data research ilmiah bermaksud memperoleh bahan – bahan yang relevan, aktual dan variabel, maka untuk memperoleh data seperti itu pekerjaan research menggunakan tehnik – tehnik, prosedur, alat – alat serta kegiatan yang diandilkan.
Maka dengan demikian memecahkan metodologi sangat diperlukan dalam rangka mengumpulkan data untuk memecahkan suatu masalah sehingga dapat menyusun laporan ilmiah yang dapat dipertanggung jawabkan. Untuk itu dalam penelitian ini penulis menetapkan langkah – langkah sebagai berikut :
  1. Setting Penelitian
    1. Waktu Penelitian
Penelitian ini sudah dilaksanakan pada semester I tahun 2011 yang dimulai tanggal 15 September sampai dengan 27 September 2011
  1. Tempat Penelitian
Penelitian dilaksanakan di TK aisyiyah Walikukun Kecamatan Widodaren, TK Aisyiyah Walikukun memiliki letak yang strategis yaitu berada di tengah kota. Disebelah timur TK Aisyiyah Walikukun terdapat stasiun kereta api dan di sebelah utara adalah Pasar Walikukun.
  1. Subyek Penelitian
Subyek penelitian ini adalah anak di TK Kelas B1 TK Aisyiyah Walikukun, Kecamatan Widodaren. Yang berjumlah 12 orang. Mereka kebanyakan berasal dari keluarga yang berekonomi menengah ke bawah. Tetapi pada umumnya mereka termasuk anak didik yang ceria dan bersemangat mengikuti kegiatan.
  1. Sumber Data
Berkaitan dengan subyek penelitian ini adalah anak didik TK Aisyiyah Walikukun, Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi maka sumber datanya adalah kegiatan anak didik TK Aisyiyah Walikukun Kabupaten Ngawi dalam proses belajar mengajar (PBM).
  1. Tehnik Dan Alat Pengumpulan Data
    1. Teknik Pengumpulan Data
      1. Observasi
Observasi dalam penelitian ini dilakukan oleh peneliti dan pengamat. Observasi dalam penelitian ini adalah observasi langsung yaitu penelitian dan pengamat melihat dan mengamati secara langsung, kemudian mencatat perilaku dan kejadian yang terjadi pada keadaan sebenarnya.
Observasi dilakukan selama proses pembelajaran dari kegiatan awal sampai kegiatan akhir. Observasi adalah instrumen yang sering dijumpai dalam penelitian pendidikan. Dalam observasi ini penelitian lebih banyak menggunakan salah satu dari panca indranya yaitu indra penglihatan.
Observasi akan lebih efektif jika informasi yang hendak diambil berupa kondisi atau fakta alami, tingkah laku dan hasil kerja responden dalam situasi alami. Sebaiknya observasi mempunyai keterbatasan dalam menggali informasi yang berupa pendapat atau persepsi dari subyek yang diteliti.
  1. Wawancara
Wawancara pada penelitian ini menggunakan interview tidak berstruktur karena peneliti memandang model ini adalah yang paling luwes, dimana subyek diberi kebebasan untuk menguraikan jawabannya dan ungkapan – ungkapan pandangannya secara bebas dan sesuai harinya. Interview ini digunakan untuk mendapatkan data tentang pendapat anak didik mengenai kegiatan mewarnai gambar dengan crayon.
  1. Alat Pengumpulan Data
Oleh karena itu teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan wawancara, maka alat pengumpulan datanya adalah :
  1. Lembar observasi
Lembar observasi atau kuesioner yang sifatnya open euded (terbuka) dan lentur, sehingga dapat menggali data sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan
  1. Pedoman wawancara
Teknik wawancara dilakukan dengan akrab dan terbuka serta mendalam, dengan ini diharapkan dapat menangkap informasi secara utuh oleh karena itu, teknik wawancara itu sering disebut wawancara mendalam (in-depth-interviewing (HB. Sutopo, 2002)
  1. Validasi Data
Data yang telah berhasil digali, dikumpulkan dan dicatat dalam kegiatan penelitian, harus di usahakan kemantapan kebenarannya. Oleh karena itu, setiap peneliti harus dapat memilih dan menentukan cara – cara yang tepat untuk mengembangkan valisasi data yang diperolehnya yakni dengan teknik triangulasi (HB. Sutopo, 2002)
Berkaitan dengan proses pembelajaran yang menekankan pada mengelompokkan bentuk – bentuk geometri dalam pembelajaran, maka validasi data yang digunakan adalah melalui triangulasi sumber dan triangulasi metode.
  1. Triangulasi Sumber
Triangulasi sumber sering juga disebut triangulasi data, maksudnya penelitian dalam pengumpulan data agar lebih dapat dipercaya dengan menggunakan berbagai ragam sumber.
  1. Triangulasi Metode
Triangulasi metode maksudnya peneliti mengumpulkan data sejenis dengan menggunakan metode yang berbeda. Dalam hal ini, peneliti menggunakan metode observasi dan wawancara.
  1. Analisis Data
Setelah data mengenai tentang bentuk – bentuk gambar dalam pembelajaran terkumpul, maka dianalisis.
Oleh karena teknik pengumpulan datanya menggunakan observasi dan wawancara, maka analisis datanya menggunakan observasi dan wawancara, maka analisis datanya merupakan analisis deskriptif berdasarkan hasil observasi dan refleksi. Observasi berarti mengaati hasil mewarnai anak sedangkan refleksi mengaitkan dengan waktu yang dicapai anak dalam mewarnai gambar – gambar.
  1. Indikator Kinerja
Setelah siswa mengikuti pembelajaran dengan mewarnai gambar. Indikator kinerja diharapkan sbb :
  1. Minimal 80% anak mampu melaksanakan tugas dengan baik ( • ) pada pengenalan gambar – gambar dan warnanya
  2. Minimal 60% anak yang mampu melaksanakan tugas dengan cukup ( ü) pada evektivitas kegiatan
  3. Minimal kurang dari 20% anak yang kurang mampu melaksanakan tugas ( 0 ) pada kreatifitas mewarnai gambar
  1. Prosedur Penilaian
    1. Penilaian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian tindakan kelas terdiri atas 2 siklus
    2. Langkah – langkah dalam siklus penelitian tindakan kelas (Kemmis 1986)
Terdiri atas :
  1. Perencanaan
Dalam tahab perencanaan ini, peneliti menyusun rencana program kegiatan penelitian tindakan kelas antara lain :
1)      Penyusunan dan pembuatan program satuan kegiatan harian (SKH)
2)      Penyusun dan pembuatan rencana pelajaran
3)      Pemilihan metode yang sesuai dengan materi pelajaran
4)      Pemilihan media yang sesuai dengan materi pelajaran
5)      Penyusunan instrument untuk mengetahui tingkat pencapaian belajar siswa
  1. Pelaksanaan Kegiatan
Dalam rahab pelaksanaan kegiatan ini, peneliti melakukan kegiatan penelitian dengan memberikan gambar – gambar belajar mengajar sesuai dengan rencana yang telah di tetapkan.
  1. Observasi
Dalam pelaksanaan observasi, peneliti mengikut sertakan rekan guru untuk ikut bertugas mengamati dan mencermati dan kemudian memberikan penilaian dan saran – saran terhadap tindakan apa yang harus dilakukan baik oleh guru maupun oleh anak yang dirasa kurang atau masih ada yang perlu di tingkatkan.
Sedangkan langkah-langkah menjadi fokus observasinya adalah :
1)      Persiapan mengajar
2)      Pengelolaan kelas
3)      Keaktifan dan kreatifitas anak
4)      Penggunaan metode
5)      Penggunaan media
  1. Refleksi
Pada tahab ini penelitian mereflesikan dan mengkaji hasil obserfasi dari obsever dan pengawasan secara pribadi penelitian, apakah sudah sesuai dan memenuhi kriteria yang telah di tetapkan sudah berhasil atau belum. Apabila belum berhasil (belum maksimal ), maka peneliti melaksanakan penelitian tindakan kelas pada siklus berikutnya sampai berhasil sesuai dengan kriteria yang telah di tentukan. Langkah-langkah yang di lakukan pada siklus I akan di ulang pada siklus II

LANGKAH PEMBUATAN SKRIPSI


Tutorial / Panduan

Contoh Cara Membuat Skripsi

Skripsi adalah laporan tertulis tugas akhir mahasiswa yang dibuat berdasarkan pencarian (penelitian) data-data dan fakta yang sesuai dan dengan bimbingan dosen.

Berikut ini adalah langkah-langkah membuat skripsi:

  1. Tentukan tema yang akan dipilh. Judul tema sebaiknya dibuat dengan menggunakan kalimat yang simple tapi membuat orang tertarik untuk membaca.

  1. Tentukan susunan kerangka teoritis bab. Dengan membuat kerangka teoritis akan membantu kita mengacu pada susunan kerangka dan tidak melenceng dari tema yang ditentukan.

  1. Analisi fakta dan pembahasan. Dalam hal ini penting sekali mengutamakan fakta-fakat dan data yang diperoleh dari hasil riset. Tapi jangan lupa untuk menuliskan pandangan kita mengenai tema yang sedang dibuat. Jika memungkinkan dapat juga mencanyumkan pendapat-pendapat dari pihak-pihak yang berkaitan denagn tema.

  1. Membuat penutup skripsi. Hasil akhir dadri sebuah tulisan dan penelitian haruslah memberi sesuatu yang terbaik, karena itu jangan lupa untuk memberikan kesan akhir yang baik. Dapat pula memberi kesimpula dan saran-saran yang membangun.
 Berikut ini adalah contoh gambar skripsi.

PENYUSUNAN PROPOSAL PENELITIAN



MENYUSUN PROPOSAL PENELITIAN


Oleh
B.P.Sitepu
(Bahan perkuliahan Kapita Selekta Hasil-Hasil Penelitian Teknologi Pendidikan di Prodi Teknologi Pendidikan, (FIP UNJ)
A. PENDAHULUAN
Research (sebagai kata benda) dalam bahasa Inggris  diartikan sebagai riset, penelitian, penyidikan. Sedangkan scientific research  diartikan sebagai penelitian ilmiah ( Echols & Shadily: 480). Kalau dilihat dari pembentukan kata, research berasal dari re + search yang berarti  re adalah kembali dan search adalah mencari dan kalau digabung menjadi mencari kembali atau kalau dikembangkan lebih lanjut research berarti mencari, meneliti, atau menyelidiki secara berulang-ulang secara cermat dan kritis untuk menemukan sesuatu. Research sebagai kata kerja  diartikan sebagai  mencari, meneliti, atau menyelidiki secara berulang-ulang secara cermat dan kritis untuk menemukan sesuatu. Kegiatan penelitian atau penyedikan itu dilakukan secara berulang-ulang karena pada hakekatnya manusia memiliki rasa ingin tahu dan rasa tidak puas yang merupakan salah satu cirri manusia itu sendiri. Rasa ingin tahu itu memotivasi manusia untuk menyelidiki atau meneliti dengan berbagai cara seperti bertanya,
mengamati atau melakukan percobaan.  Rasa tiak puas itu memdorongnya untuk melakukan penyelidikan atau penelitian kemballi terhadap pengetahuan yang telah dimilikinya dengan cara dengan menerapkannya atau membandingkannya dalam kondisi yang berbeda. Sementara itu perubahan senantiasa terjadi, apa yang dianggap benar pada hari ini dapat terjadi berubah dan tidak benar lagi di kemudian hari. Dengan demikian pengetahuan yang diperoleh pada waktu lalu dapat jadi tidak sesuai lagi denngan keadaan pada waktu sekarang. Kenyataan yang demikianlah menorong manusia untuk secara terus menerus memutahirkan, menambah, dan memperkaya pengetahuannya.


The Australian Bureau of Statitistics (1993) mendefinisikan “ …research as comprising creative work undertaken on a sustematic basis in order to increase the stock of knowledge, including knowledge of man, culture and society, and the use of this knowledge to devise a new application.” Hakekat research seperti yang diungkapkan oleh ABS itu memberikan cirri research sebagai kegiatan kretaif yang berarti aktif mencari masalah untuk diteliti Kegiatan dilakukansecara sistematis berarti  melalui perencanaan dan persiapan dengan menggunakan pendekatan, strategi, dan metode yang sesuai untuk mencapai tujuan.
Sedangkan David Nunan (1992) mengemukakan bahwa “ … research is a process of formulating questions, problems, or hypothesis, and analysing  or interpreting these data”. Pengertian David Nanan itu menunjukkan bahwa penelitian memiliki tiga unsure: (1) pertanyaan,  masalah, atau hipotesis; (2) data; dan (3) analisis dan interpretasi.
Berbagai pendapat laian tentang research yang dikumpulkan oleh David Dunan adalah sebagai berikut:
  1. Berkaitan dengan penyelidikan yang memiliki dua komponen yaitu proses dan hasil. Proses berkaitan denngan bidang penyelidikan dan bagaimana penyelidikan dapat dilakukan untuk mencapai tujuan. Sedangkan hasilnya ialah pengetahuan yang diperoleh melalui proses penyelidikan.
  2. Suatu proses yang meliputi (1) merumuskan maslah, (2) menetapkantujuan, dan (3) merumuskan hipotesis. Researh mencakup pengumpulan informasi, klasifikasi, analisis, dan interpretasi untuk melihat sejauh mana tujuan research tercapai.
  3. Melakukan penyelidikan terstruktur yang diharapkan menghasilkan pengertian yang lebih luas  tentang masalah yang diminati. Penyelidikan  itu terbuka untuk umum.
  4. Suatu kegiatan menganalisis  dan menilai secara kritis suatu masalah.
  5. Mengumpulkan dan dan menganalisis data dalam bidang tertentu untuk menyempurnakan teori.
  6. Evaluasi, menanyakan pertanyaan, penyelidikan analisis, menguji hipotesis, mengkaji, mengumpulkan dan menganalisis data dalam bidang tertentu melalui metode yang ditetapkan.
Tujuan  research ialah:
  1. memperoleh hasil dengan  metode ilmiah secara objektof bukan subjektif
  2. memecahkan masalah, menguji penerapan teori dan memperoleh pemahaman baru
  3. Mencerahi peneliti dan orang lain yang berminat
  4. Membuktikan atau menyanggah pemikiran-pemikiran yang baru atau yang selama ini sudah ada
Menyangkal pendapat atau keyakinan yang didasari atas mistik, mendukung pendapat, menemukan sesuatu yang baru, dan menemukan pemecahan masalah.
B.MENYUSUN PROPOSAL PENELITIAN
Sering sekali muncul pertanyaan tentang tata cara menyusun Proposal Penelitian dan format atau bentuk penyajiannya. Pertanyaan itu muncul tidak hanya dari mahasiswa dari setiap strata pendidikan, tetapi juga dari kalangan guru yang bermaksud melakukan penelitian sebagai salah satu kegiatan ilmiyah yang perlu mereka lakukan dalam mengusulkan kenaikan pangkat dan jabatannya. Sebenarnya pertanyaan tersebut terjawab secara tuntas dalam mata kuliah Metodologi Penelitian. Akan tetapi oleh karena mata kuliah tersebut dipelajari sudah lama, mungkin ingatannya tidak segar lagi. Atau mungkin juga pertanyaan itu muncul karena pengalaman yang kurang menyenangkan dalam proses mengajukan proposal penelitian.
Tulisan ini mencoba memberikan uraian singkat tentang penyusunan proposal penelitian, dengan asumsi bahwa pada hakikatnya tidak ada format, sistematika dan isi proposal yang baku atau standar. Karena format, sistematika, dan isi Proposal Penelitian bergantung pada tujuan dan kesepakatan di kalangan tertentu. Secara khusus tulisan ini diharapkan dapat bermanfaat bagi mahasiswa/i di jurusan Teknologi Pendidikan FIP UNJ, yang sedang mempersiapkan Proposal Penelitian untuk penulian skripsinya.
  1. Apa yang dimaksud dengan Proposal?
“Proposal”  bermakna “usulan” yang merupakan hasil dari kegiatan “mengusulkan” atau “propose” dalam bahasa Inggris. Dengan demikian proposal adalah merupakan suatu usulan atau rencana yang memerlukan persetujuan dari pihak lain sebelum dilaksanakan. Isi proposal dapat berupa rancangan  kegiatan, dana, pelaksana, dan lain sebagainya.
  1. Apa tujuan proposal?
Proposal bertujuan untuk memberikan gambaran atau deskripsi tentang suatu rencana kegiatan secara lengkap, jelas, singkat, dan mudah dimengerti sebagai bahan pertimbangan bagi pihak yang memberikan persetujuan atas kegiatan yang diusulkan. Sudah barang tentu keberhasilan suatu proposal ialah disetujui oleh pengambil keputusan yang berwewenang.
  1. Apa yang dimaksud dengan Proposal Penelitian?
Proposal Penelitian ialah usulan yang berisi rencana kegiatan penelitian yang disajikan secara tertulis untuk memperoleh persetujuan dari pihak yang berwewenang. Pihak yang berwewenang di sini dapat saja seperti lembaga/instansi yang akan mensponsori atau membiayai penelitian tersebut, tempat atau sasaran penelitian, dan lembaga/instansi yang meminta dilakukannya penelitian. Untuk keperluan penulisan skripsi, proposal  penelitian diperlukan untuk memperoleh persetujuan dari Ketua Jurusan atau Ketua Program Bidang Studi.
  1. Apa isi Proposal Penelitian?
Proposal penelitian  mengemukakan dua hal pokok yaitu (1) masalah yang akan diteliti, dan (2)  metodologi penelitian.
  1.  
    1. Masalah Penelitian.
Masalah penelitian adalah sesuatu yang ingin diketahui atau dipecahkan/diatasi oleh peneliti melalui prosedur ilmiah. Dengan demikian maka masalah penelitian perlu dirumuskan secara jelas dan operasional. Agar menjadi jelas serta untuk memperlihatkan kedudukan dan pentingnya diketahui atau dipecahkan, maka masalah itu perlu diberikan latar belakang  dengan memberikan informasi pendahuluan tentang situasi tempat dan  waktu masalah itu terjadi. Latar belakang ini juga hendaknya dapat memberikan gambaran yang jelas tentang berbagai kesenjangan yang terjadi dan yang mungkin terjadi beserta akibatnya kalau masalah itu tidak diekatahui dan diatasi. Oleh karena itu dalam mengawali suatu penelitian, yang utama dan terutama dilakukan ialah mengidentifikasi masalah. Kejelasan masalah akan membantu peneliti untuk memilih dan menentukan metodologi penelitian yang tepat.
  1.  
    1. Metodologi penelitian
Metodologi penelitian ialah ilmu tentang metode-metode yang dipergunakan dalam penelitian. Oleh karena metodologi penelitian menawarkan berbagai metode dalam melakukan suatu penelitian, maka peneliti perlu memilih metode yang tepat dalam arti efektif dan efisien untuk mencapai tujuan penelitiannya. Dengan demikian acuan utama dalam memilih metode penelitian ialah masalah pebelitian. Bukan menentukan metode penelitian terlebih dahulu baru merumuskan masalah penelitian.
  1. Unsur-unsur apa saja yang perlu diperhatikan dalam menentukan masalah penelitian?
  1.  
    1. Pilihlah bidang penelitian yang diminati atau yang menarik bagi Anda sebagai peneliti. Misalnya di bidang media pembelajaran, organisasi belajar, dan lain-lain yang relevan dengan bidang studi Teknologi Pembelajaran.
    2. Pilihlah masalah yang menarik  perhatian Anda dan Anda memiliki pengetahuan dan wawasan yang cukup tentang masalah itu. Misalnya masalah tentang desain, pengembangan, pemanfaatan, pengelolaan, atau evaluasi dalam proses dan sumber-sumber belajar.
    3. Yakini bahwa terdapat teori yang cukup untuk mengkaji, menganalisis, atau mengevaluasi masalah yang hendak Anda teliti. Hal ini diperlihatkan juga dengan melengkapi Proposal Penelitian dengan Daftar Pustaka.
    4. Yakini bahwa Anda dapat mengumpulkan dan memperoleh data tentang masalah yang akan Anda teliti.
    5. Yakini bahwa masalah yang Anda pilih belum  pernah diteliti orang lain dengan objek dan tempat yang sama.
    6. Yakini bahwa tersedia waktu yang cukup untuk melakukan penelitian sesuai dengan target waktu yang ditetapkan mulai dari pengumpulan, pengolahan, penyajian, dan analisis data sampai ke penulisan laporan penelitian. Penelitian untuk skripsi sebaiknya ditargetkan selesai dalam enam bulan atau satu semester.
    7. Yakini tersedia pembimbing dari segi materi dan metodologi penelitian yang memiliki keahlian yang sesuai dengan bidang penelitian Anda.
  1. Bagaimana format Proposal Penelitian disusun?
Ada berbagai maacam format Proposal Penelitian dilihat dari sistematika dan isi serta kelengkapan proposal. Format  Proposal Penelitian lazimnya ditentukan oleh:
  1.  
    1. Kesepakatan dalam lembaga/instansi/kelempok. Oleh karena itu format Proposal Penelitian antar perguruan tinggi atau antar fakultas, bahkan antar jurusan dapat saja berbeda. Akan tetapi setdak-tidaknya dalam satu jurusan sebagai unit terkecil di satu perguruan tinggi hendaknya sama.
    2. Tujuan Proposal Penelitian. Proposal penelitian untuk keperluan memperoleh sponsor dan dana dapat berbeda dengan proposal penelitian untuk keperluan penulisan skripsi, tesis, dan disertasi. Untuk Proposal Penelitian untuk keperluan memenuhi persyaratan akademis biasanya tidak memuat rincian dana yang diperlukan serta sumber dana untuk penelitian yang diusulkan.
    3. Jenis penelitian. Proposal Penelitian yang menggunakan paradigma kuantitatif dapat berbeda dengan yang menggunakan paradiga kualitatif. Demikian juga format Proposal Penelitian untuk penelitian eksperimen dapat berbeda dengan penelitian survei.
    4. Organisasi profesi. Format Proposal Penelitian yang disepakati dan dipergunakan  antar organisasi profesi  dapat juga berbeda satu sama lain Misalnya, The Association for Educational; Communication and Technology menyepakati format Proposal Penelitian (AECT, 1995), yang berbeda dengan American Pscychological Association (APA), atau dengan  . Modern Language Association (MLA). Di Indonesia format penelitian yang dipergunakan Ikatan Dokter Indonesia (IDI), berbeda dengan  Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI), atau dengan Persatuan Insinyur Indonesia (PII).
Format yang mana pun dipergunakan, suatu Proposal Penelitian pada hakikatnya setidak-tidaknya mengandung dua unsur utama yang dikemukakan sebelumnya yaitu (1) masalah dan (2) metodologi. Pengembangan kedua unsur tersebut dalam Proposal Penelitian dapat berbeda.  Kelayakan suatu Proposal Penelitian dapat dilihat sejauh mana kejelasan kedua unsur tersebut diuraikan.
  1. Apa isi pokok Proposal Penelitian yang berlaku di AECT?
  1.  
    1. Pendahuluan.
Pendahuluan menjelaskan secara ringkas
(1)   latar belakang masalah,
(2)  masalah,
(3) teori yang berkaitan dengan masalah,
(4) variable yang diteliti, dan
(5) pertanyaan-pertanyaan spesifik yang diajukan dalam penelitian.
  1.  
    1. Metode dan Sumber Data.
Bagian ini menjelaskan
(1)   metode penelitian yang akan dipergunakan termasuk populasi, responden, teknik pengumpulan data dan instrumen pengumpulan data, dan teknik analisis data;
(2) dalam penelitian eksperimen disebutkan desain eksperimen, variable bebas dan variable terikat dan cara melakukan eksperimen itu; untuk penelitian kualitatif  diutaikan konteks/latar, orientasi, pemeriksaan validitas, dan tujuan;
(3) bahan dan alat  serta teknik-teknik khusus yang dipergunakan dalam penelitian; dan
(4) urutan langkah-langkah yang akan ditempuh termasuk urutan langkah-langkah dalam pengumpulan data.
(5) Jadwal kegiatan penelitian secara rinci, mulai dari penyusunan dan pengajuan proposal, kajian teori, penyusunan instrumen, pengumpulaan data, pengolahan data, serta penyusunan laporan penelitian
  1.  
    1. Hasil Penelitian
Bagian ini mengemukakan secara singkat hasil serta manfaat yang diharapkan dari penelitian serta menunjukkan pentingnya dilakukan penelitian yang diusulkan.
  1.  
    1. Diskusi dan Implikasi.
Bagian ini menguraikan lebih lanjut tentang hasil yang diharapkan dari penelitian ini dengan memberikan penjelasan tentang keunikan penelitian serta perbedaannya dengan penelitian-penelitian sejenis sebelumnya serta implikasinya dalam pendidikan pada umumnya serta dalam teknologi pembelajaran pada khususnya.
  1. Berapa panjang Proposal Penelitian dituliskan?
Seperti dikemukakan sebelumnya, tujuan penulisan proposal ialah sebagai bahan pertimbangan dalam memberikan persetujuan atas pelaksanaan penelitian yang diusulkan. Dilihat dari kepentingan ini maka suatu proposal itu hendaknya dapat meyakinkan pihak yang berwewenang memberikan persetujuan, yang berarti isi proposal hendaknya logis, meyakinkan  perlu serta berguna dilaksanakan dalam pengembangan teori dan atau praktik di bidang teknologi pembelajaran.
AECT memberi batasan panjang Proposal Penelitian berkisar 1000 kata atau berkisar empat halaman dengan pemikiran bahwa tersedia kesempatan untuk mempresentasikan Proposal Penelitian itu dalam pertemuan tatap muka. Dalam hubungannya dengan proposal penelitian untuk penulisan skripsi, tesis, atau disertasi, ada kesempatan untuk mempresentasikannya dalam Seminar Proposal Penelitian atau setidak-tidaknya ada kesempatan untuk menjelaskannya kepada Ketua Program Studi.
  1. 9. Perisapan apa yang diperlukan dalam menyusun Proposal Penelitian untuk penulisan skripsi?
Hal-hal yang perlu dipersiapkan.
  1. Tentukan bidang dan masalah yang hendak diteliti dalam kawasan teknologi pembelajaran.
  2. Kreatif dan inovatif dalam menentukan bidang dan masalah penelitian dengan menghindari bidang, jenis, dan masalah penelitian yang sudah sering/banyak dilakukan
  3. Batasi ruang lingkup masalah penelitian dari aspek jenis masalah, variable, tingkat dan jenjang pendidikan, populasi dan responden, dan tempat penelitian.
  4. Cari teori yang terkait dengan masalah itu.
  5. Review/kaji penelitian-penelitian yang pernah dilaksanakan dalam bidang  dan masalah yang telah dipilih.
  6. Pertimbangkan kemungkinan dan kelayakan penelitian dilihat dari sumber-sumber teori, sumber data, dana, dan waktu.
  7. Diskusikan masalah penelitian itu dengan teman atau dosen/peneliti yang berpengalaman dalam bidang tersebut.
  8. Pegang teguh bahwa Anda aalah pemilik dan penanggung jawab pelaksanaan dan hasil penelitian. Pemikiran orang lain adalah sebagai masukan untuk memantapkan Anda mengambil keputusan dalam menyusun Proposal Penelitian serta melaksanakannya kemudian hari.
  1. 10. Apa tip penutup?
Segera laksanakan butir ke 9 di atas tanpa menunda hari esok karena mungkin esok hari inspirasi Anda telah memudar. Jangan lupa menyesuaikan format, sistematika, dan isi Proposal Penelitian Anda dengan yang berlaku di jurusan Teknologi Pendidikan, FIP-UNJ, Begitu telah dimulai menulis proposal, jangan pernah lewatkan hari-hari Anda tanpa menyempurnakannya dari waktu ke waktu sampai target Anda tercapai. Tidak lebih dari ENAM BULAN mulai dari sentuhan pertama menulis Proposal Penelitan sampai sentuhan terakhir dalam menulis laporan penelitian.
Contoh dapat memperjelas konsep atau teori, tetapi tulisan ini tidak dilampiri/disertai contoh Proposal Penelitian karena tidak jarang terjadi contoh itu menjadi mengikat serta membatasi kreativitas. Akan tetapi terlampir ada format yang dapat dipakai sendiri untuk melakukan evaluasi sendiri kelayakan suatu proposal. Format tersebut dikutip dari sumber lain.

(DIKUTIP DARI LEMBAGA PENELITIAN UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO)